Minggu, 19 Juni 2011

Peluang Usaha Toko Online


Tahun 2011 ini, saya yakin pemanfaatan media internet di Indonesia untuk pemasaran produk akan semakin meningkat. Selain karena jumlah mereka yang ‘melek’ internet meningkat, juga karena banyaknya media dan wadah pembelajaran online marketing. Ebook-ebook tentang bisnis internet semakin banyak. Kursus-kursus pemasaran internet bermunculan. Belum lagi liputan media massa terhadap pelaku bisnis berbasis online.

Peluang usaha Toko Online adalah salah satu peluang usaha yang bisa Anda coba. Toko online yang saya maksud alah website yang digunakan oleh pelaku bisnis untuk memasarkan produknya. Produk bisa berupa barang atau jasa. Tapi, di tulisan ini saya ingin lebih fokus pada produk barang.

Bagaimana agar sukses di usaha toko online ? Berapa banyak toko online di Indonesia yang pernah Anda lihat ? Berapa diantara mereka yang sukses ? Tidak semua sukses bukan ?

Kunci Sukses Membangun Toko Online

1. Membangun Tim
Ingin seberapa besarkah toko online Anda, bangunlah tim yang sesuai. Jika bermodal kuat, rekrutlah orang-orang yang berkompeten. Jika sudah beristri, Anda bisa melibatkan istri sebagai tim Anda. Orang-orang dekat Anda (saudara) juga bisa menjadi tim Anda. Memberikan pekerjaan kepada orang dekat bisa menjadi kekuatan spiritual yang membuat Anda sukses

Jika tidak memungkinkan membangun tim, mulailah seorang diri. Anda bisa merangkak dari bawah hingga Anda mampu dan siap merekrut tim yang tangguh
Tanpa tim, usaha kita tidak akan berkembang dan bertahan lama

2. Membuat Website yang Menjual
Website adalah pilar utama promosi Toko Online. Anda harus punya website sendiri. Bukan web gratisan. Sebaiknya berakhiran .com atau .net, karena ini yang sudah populer di masyarakat. Toh, biaya tahunan domain hosting tidak mahal mahal amat (bervariasi).

Website Anda harus bisa ‘menjual’. Artinya website Anda tersebut harus bisa mewakili Anda untuk menjadi sales yang memikat bagi pembeli. Website Anda harus bisa meyakinkan pengunjung bahwa Anda layak diajak bertransaksi. Cantumkan alamat jelas dan no telpon yang mudah dihubungi. Cantumkan foto-foto produk dan foto-foto lain yang membuat pengunjung semakin percaya dengan Anda.

Website Anda harus terindek di search engine, dan mudah ditemukan untuk keyword yang berhubungan dengan produk Anda. Gunakan script toko online yang search engine friendly. Tidak semua script toko online ramah dengan search engine. Karena itu, saya lebih suka menggunakan blog untuk jualan online daripada script yang tidak ramah dengan mesin pencari. Dan saya rasa blog cocok bagi pemula. Apalagi untuk produk-produk yang harganya mahal dan tidak bisa order online secara langsung. Bisa juga blog menjadi web pendukung bagi toko online Anda

3. Promosi Tepat
Siapa calon konsumen Anda ? Dimanakah Anda akan menemukan mereka ? Cara cepat dan tepat menemukan konsumen adalah dari search engine (google, yahoo, dll). Disinilah pentingnya SEO (search engine optimization). Promosi yang lain adalah di iklan baris, iklan di web yang banyak pengunjungnya, PPC ataupun komunitas online. Tentu saja harus kembali lagi “Siapa Calon Konsumen Anda”

4. Pelayanan
Lakukan pelayanan yang baik. Kecepatan pelayanan salah satu kunci utama. Bermitralah dengan jasa pengiriman barang terpercaya. Garansi produk juga penting. Jika usaha Anda bertambah besar, bentuklah tim yang tangguh.

5. Mental Wirausahawan Sukses
Usaha toko online adalah sama dengan usaha lainnya. Miliki mental wirausahaan yang sukses, antara lain mental pantang menyerah. Di bisnis apapun, kendala pasti ada.

Sabar. Produk Anda mungkin laku di hari pertama, mungkin juga di tahun pertama. Berani menghadapi resiko. Resiko pasti ada. Tinggal bagaimana kita menghadapinya. Selalu mencari peluang. Boleh jadi bisnis pertama Anda gagal. Tapi itu bukan akhir segalanya, kan ? Peluang usaha toko online masih banyak. Silahkan cari peluang yang sesuai dengan Anda

6. Belajar Seperlunya.
Peran seperti apa yang Anda inginkan di toko online Anda ? Itulah yang harus Anda pelajari. Anda tidak harus mempelajari semuanya. Misalnya, Anda ingin memasarkan produk. Yang perlu Anda pelajari internet marketing dan dasar-dasar membuat web / blog (tidak harus ahli html). Bidang-bidang lain, bisa Anda serahkan ke tim Anda (produksi barang,pengiriman,promosi offline, dll)

7. Berbuat Baik dan Beramal
Perbuatan baik dan infaq-shodaqoh-zakat berbanding lurus dengan profit usaha Anda. Hal ini telah ditegaskan di Kitab Suci. Uang yang kita ‘keluarkan’ akan dibalas puluhan, bahkan ratusan kali lipat. Bisa hari itu juga, tahun depan atau minimal di akhirat. Saya sendiri sudah membuktikan hal ini. Dan ini berlaku untuk semua bisnis.

Lalu, sebenarnya berapa sih potensi penghasilan peluang usaha toko online ini ? Wah, kalau yang ini tergantung produk, penjualan dan bagaimana Anda mengembangkan bisnis tersebut.

Readmore »»

Jumat, 29 Oktober 2010

Pandai Mengelola Energi Bukan Waktu

Sering, bahkan sejak dulu kita menganggap kepintaran mengelola waktu merupakan kunci sukses, dan itu memang tidak salah, tapi itu saja tidaklah cukup. Dengan Fantastis! Jim Loehr dan Tony Schwartz menunjukkan, untuk pertama kalinya, bahwa mengelola waktu bukan lagi senjata ampuh untuk menaklukkan hidup yang beritme cepat dan nonstop. Tapi, keterampilan mengelola energilah kunci menuju kinerja tinggi yang bertahan lama, juga kesehatan, kebahagiaan, dan keseimbangan hidup. Waktu dalam sehari sudah tetap, namun jumlah dan kualitas cadangan energi kita tidak. Pemahaman mendasar ini memiliki daya untuk mengubah cara kita menjalani hidup.

Buku ini menyuguhkan prinsip-prinsip pelatihan utama dan proggram bertahap yang ampuh yang akan membantu Anda untuk mengaktifkan empat sumber utama energi berupa; fisik, mental, emosional, dan spiritual; menyeimbangkan pengeluaran energi dengan pembaruan energi; meningkatkan kemampuan sesistematis mungkin; menciptakan ritual-ritual pengelolaan energi yang benar-benar positif dan khas.

Yang lebih penting buku ini, menyajikan peta jalan bagi perubahan hidup agar Anda menjadi lebih berkomitmen di dalam dan luar pekerjaan, secara fisik lebih ber-energi, secara emosional lebih terhubung, secara mental lebih fokus, dan secara spiritual lebih seimbang.

Silahkan download bukunya disini gratis

Readmore »»

Minggu, 10 Oktober 2010

Menjaring Uang dari Bisnis Ikan Hias

Bisnis penjualan ikan hias ternyata tidak dapat dipandang sebelah mata. Pasalnya, bisnis tersebut memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Beni (25) dan Mardiah (55) untuk terus eksis menggeluti bisnis tersebut. Beni dan Mardiah adalah penjual ikan hias di kawasan kios penjualan ikan hias yang berada di Kompleks Perikanan Balai Budi Daya Perikanan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Provinsi DKI Jakarta, yang berlokasi di Jalan Mohammad Kahfi I, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Di kawasan tersebut terdapat 11 kios penjual ikan hias. Berbagai jenis ikan hias dari harga termurah hingga harga termahal pun dapat ditemui di sana. Misalnya ikan hias jenis maskoki, manvis, komet, neo tetra, cupang, aligator, yuppy, kura-kura, hingga ikan hias jenis arwana. Selain itu, kawasan tersebut juga turut menjual berbagai macam obat-obatan, makanan, dan aksesori untuk ikan hias, seperti blitz-icht, obat untuk penyakit jamur bagi ikan, cacing beku, pelet, akuarium, dan batu karang.

Sebelum dirinya menekuni bisnis penjualan ikan hias, Beni mengaku sempat beternak lobster air tawar, tetapi dikarenakan harga lobster yang semakin lama semakin murah, Beni pun akhirnya memutuskan beralih ke bisnis penjualan ikan hias di kawasan penjualan ikan hias di Kompleks Perikanan Ciganjur pada tahun 2006.

Sedangkan Mardiah mengaku berjualan ikan hias sejak tahun 2003 semenjak sang suami, Didi, pensiun dari pekerjaannya. Saat itu kawasan penjualan ikan hias di Kompleks Perikanan Ciganjur baru didirikan. "Saya jualan ikan hias dari semenjak suami saya pensiun, dari tahun 2003. Dari pas tempat ini pertama kali dibuka," kata ibu tiga orang anak ini saat berbincang dengan Kompas.com di kios ikan hias yang dimilikinya, Minggu (2/8) pagi.

Saat pertama kali mengeluti bisnis tersebut, Beni, yang merupakan sarjana lulusan tahun 2009 Jurusan Ilmu Teknologi Kelautan Institut Pertanian Bogor, itu mengaku mengeluarkan modal awal sebesar Rp 23 juta. Sedangkan ibu Mardiah mengaku mengeluarkan modal awal sebesar Rp 20 juta. Namun, dalam jangka waktu satu tahun berjualan, modal awal yang dikeluarkan kedua orang tersebut, diakui mereka berdua, sudah dapat kembali.

"Salah satu alasan saya jualan ikan hias karna prospek penjualan ikan hias ke depan bagus, dilihat dari jumlah pendapatannya yang lumayan bagus dan pertama kali buka tahun 2006 modal awalnya Rp 23 juta, tapi dalam waktu setahun modal sudah balik," kata Beni.

Dari hasil berjualan ikan hias tersebut, Beni mengaku dapat memperoleh keuntungan bersih per bulan sekitar Rp 5 juta. Sementara Mardiah mengaku dalam satu bulan dapat memperoleh pendapatan kotor sebesar Rp 9 sampai Rp 10 juta. Namun, keduanya mengaku, keuntungan tersebut tidak secara langsung didapatkannya dalam waktu yang singkat. Keuntungan tersebut baru didapatkannya setelah mereka berdua berjualan selama hampir dua hingga tiga tahun.

"Dulu pertama kali dagang (ikan hias) sehari saya cuma dapat Rp 30.000 dan itu kotor (bukan keuntungan bersih), dan sebulan paling dapat untung Rp 300.000, malahan kadang cuma balik modal saja, baru sekitar dua tahun jualan pendapatan meningkat menjadi Rp 3 sampai Rp 5 juta-an per bulan," ujar Beni.
Salah satu faktor yang memengaruhi jumlah pendapatan kedua orang tersebut adalah jumlah pengunjung yang datang ke kawasan penjualan ikan hias tersebut. Pada hari-hari biasa, jumlah pengunjung yang datang ke kawasan tersebut hanya sekitar 100-an, pendapatan kotor yang didapatkan kedua orang tersebut pun hanya sekitar Rp 500.000 per hari.

Namun pada akhir pekan, Sabtu, Minggu, dan pada hari-hari libur nasional dan libur anak sekolah, jumlah pengunjung ke kawasan tersebut meningkat drastis, bisa mencapai 1.000 orang per harinya. Omset yang didapatkan Beni dan Mardiah pun bertambah beberapa kali lipat dibanding pendapatan di hari-hari biasa. Bahkan, Beni mengaku sempat mendapatkan Rp 20 juta dalam satu hari (pendapatan kotor). "Saya sempat mendapatkan Rp 20 juta dalam sehari. Waktu itu hari libur nasional," kata Beni.

Meski begitu, keduanya mengaku, krisis ekonomi global yang memengaruhi kondisi perekonomian dunia internasional termasuk Indonesia cukup membawa pengaruh yang besar bagi pendapatannya. Pasalnya, sejak tiga bulan terakhir, April hingga Juni, pendapatan yang diperolehnya cenderung menyusut, bahkan bisa mencapai 50 persen, atau sekitar Rp 2 juta. Hal itu dikarenakan menyusutnya jumlah pembeli yang datang ke kiosnya. "Tapi bulan Juli ini sudah mulai membaik. Hari hari biasa dapat Rp 300 sampai Rp 400.000. Hari Sabtu dan Minggu dapat Rp 3 juta-an. Kalau sebelum krisis, hari biasa dapat Rp 500.000 dan Sabtu, Minggu Rp 5 sampai Rp 10 juta," ujar Beni.

Ke depan, Beni dan Mardiah mengaku akan terus menggeluti bisnis yang ditekuni tersebut. Sebab, selain mendapatkan untung yang relatif besar, kesulitan yang dialami mereka berdua dalam berjualan ikan hias dinilai keduanya tidak terlalu besar. Selain itu, mereka berdua juga merasa optimistis profesi yang dijalaninya tersebut memiliki prospek yang cerah. "Terus jualan ikan hias dong. Soalnya prospek ke depannya lumayan bagus, soalnya sekarang orang makin banyak yang suka sama ikan hias. Kalau masalah susah (kesulitan dalam bisnis ikan hias) semua usaha juga ada susahnya, tapi ketutup sama rasa senang karena kan kita juga hobi pelihara ikan hias. Yah jualan mah enak-enak ajalah," ujar Mardiah. KOMPAS.com

Readmore »»

Senin, 09 Agustus 2010

Kerajinan Sulam Beromzet Puluhan Juta

YOGYAKARTA - Kain tapis dan kain usus memang belum sepopuler batik atau ulos. Tapi, potensi bisnis kerajinan sulam asal Bandar Lampung ini tak kalah menggiurkan. Memakai merek Karya Indah Tapis, Ani Rusmadi membawa kerajinan berbahan kain tradisional ini melanglang Nusantara.

Masih ingat peristiwa 2 Oktober lalu ketika UNESCO, organisasi pendidikan ilmu pengetahuan, dan budaya PBB, menobatkan batik sebagai warisan budaya dunia? Hampir semua warga di pelosok Tanah Air mengenakan batik dengan bangga.

Namun kita semua pasti mafhum, batik bukan satu-satunya kain khas Indonesia. Ada ulos, kain tenun, dan songket. Ada pula, kain usus atau tapis dari Bandar Lampung. Sudah pasti, kita ingin ketenaran kain-kain ini bisa setara dengan batik.

Berbekal motivasi untuk memopulerkan kain tapis dan usus, Ani Rusmadi mencoba menciptakan kerajinan tangan berbahan kain asal daerahnya tersebut.
Pada tahun 1992, ibu muda ini mulai menjajal membuat kerajinan tangan dari kain usus dan tapis. Saat itu modal awalnya hanya Rp 500.000.

Sebagian modal itu ia habiskan untuk membeli bahan-bahan kerajinan, seperti kain usus dan tapis serta aneka benang dan karton. “Sementara sisanya saya gunakan untuk sewa tempat usaha yang sederhana,” kenang Ani.

Sejak awal, Ani melakoni bisnisnya bersama seorang rekanan yang kini menjadi suaminya. Ani bertugas membuat desain dan pola sementara sang rekan menjahit pola hingga jadi.

Ketika itu, Ani baru bisa mempekerjakan tiga karyawan. Jadi, paling banter, per hari, Ani memproduksi 50 unit untuk tiap jenis kerajinan tangan, seperti dompet, tas beragam ukuran, serta songkok atau kopiah.

Awalnya, Ani memasarkan produknya di Pasar Bambu Kuning di Bandar Lampung. Lumayan, per bulan, ia bisa meraih pendapatan kotor Rp 1,5 juta. “Ternyata pasar menerima, banyak juga orang yang pesan langsung ke rumah untuk cinderamata,” tuturnya.

Alhasil, seiring perjalanan waktu, usahanya pun kian berkembang. Tahun 1997, ia mulai mengurus perizinan usahanya, seperti membuat akta di notaris dan nomor pokok wajib pajak (NPWP). Ani memilih nama usahanya Karya Tapis Indah.

Dia pun mulai mengikuti pameran kerajinan tangan yang diadakan Departemen Perindustrian. Dari sini, Ani mulai menemukan jalan untuk melebarkan pasar ke luar Bandar Lampung.

Kini, Ani telah memasarkan produknya hingga ke Jakarta, Medan, dan Kalimantan. Pegawainya pun telah bertambah menjadi sekitar 30 orang. Per hari, produksinya mencapai kisaran 100 unit untuk tiap jenis kerajinan.

Dalam sehari, Ani setidaknya membutuh 100 helai selendang atau kain usus dan tapis untuk membuat tas dan songkok. Sementara untuk membuat dompet, ia membutuhkan sekitar 25 helai selendang. “Satu selendang harganya Rp 50.000,” ujarnya.

Berarti, sehari Ani menghabiskan sekitar Rp 6,25 juta untuk berbelanja bahan saja. “Kami aktif berproduksi 26 hari karena Minggu libur,” jelasnya. Ani membanderol harga jual dompet antara Rp 20.000- Rp 70.000 per unit. Adapun, harga tas Rp 15.000-Rp 70.000 dan songkok Rp 25.000-Rp 50.000. Harga tergantung kerumitan pengerjaannya.

Khusus untuk pesanan dari luar kota, Ani bisa meraih margin laba 50%-70%. Adapun untuk penjualan ke toko-toko cinderamata, marginnya lebih rendah sekitar 25%. Dengan harga dan margin seperti itu, kini Ani meraup omzet sekitar Rp 30 juta per bulan.

Ani bilang, kualitas menjadi kunci utamanya untuk mempertahankan pelanggan. “Kata orang-orang kelebihan produk saya adalah jahitannya lebih rapi dan hasilnya lebih halus dibanding produk serupa lainnya,” ujarnya bangga.

Oh, iya, selain menjalankan usaha kerajinan tangan dari kain usus dan tapis ini, Ani juga membuka pelatihan bagi generasi muda di daerahnya. Dia berharap, mereka pun bisa menghasilkan kerajinan seperti dirinya.

Sementara itu, ada pula Endang Rachminingsih yang menekuni sulam tangan sejak tahun 2005. Berkat kesabaran dan komitmennya terhadap sulaman, kini ia dipercaya mengisi butik dan toko suvenir di Istana Negara Republik Indonesia. Tak hanya itu, hasil-hasil sulamannya kini telah melanglang buana hingga ke luar negeri.

Saat didatangi di rumah wanita kelahiran Bogor, 50 tahun silam itu di bilangan Meruya Selatan. Pada salah satu bagian dari rumah wanita empat anak itu dipenuhi dengan koleksi hasil kerajinan tangannya, sulaman tangan, dan sulaman mesin (bordir).

Hasil sulamannya itu ia terapkan menjadi tas tangan nan cantik, kotak tisu, kipas, hiasan dinding, hingga dompet. Endang, begitu ia akrab disapa, mengaku kalau memulai usaha sulam ini awalnya hanya untuk mengisi kekosongan setelah sang suami meninggal tahun 2004 silam.

Saat itu Endang tidak memiliki kesibukan apapun. Idenya timbul setelah membongkar koleksi buku yang dihadiahi oleh almarhum suaminya saat berdinas ke luar negeri. Buku-buku itu rata-rata adalah buku sulaman dan buku keterampilan.

Berbekal dengan keteguhan dan kesungguhan niat, Endang mempelajari sulaman tangan secara otodidak. ''Saya belajar dari nol. Saat itu saya hanya tahu hanya dua dasar teknik menyulam, yaitu tusuk batang dan rantai,'' ujar wanita yang besar di Madiun ini.

Satu bulan lamanya ia mempelajari teknik menyulam dan aplikasinya lewat buku-buku tersebut. Akhirnya ia bisa menguasai teknik-teknik dasarnya. Sembari belajar, ia juga melatih kemampuannya dengan memberikan kursus gratis pada anak-anak SLB di bilangan Meruya.

Saat itu sulaman yang dibuat diterapkan menjadi tas yang amat sederhana. ''Hasil sulaman anak-anak SLB saya potong dan jadikan tas yang sederhana sekali,'' kenang peraih sejumlah penghargaan UKM (Usaha Kecil Menengah) itu.

Tanpa disangka, ternyata hasil tas sederhana yang ia buat laku. Setelah itu ia mulai serius menekuni sulaman. Endang bekerja sama dengan dua orang penjahit untuk membuat sulamannya menjadi tas-tas cantik.

Ia tidak merasa kesulitan untuk mencari model untuk tas-tas pesanannya. Selain mencontoh dari buku-buku, Endang juga memiliki skill merangkai bunga yang ia pelajari dari Mayasari, sebuah perkumpulan merangkai bunga pimpinan Ir Suliantoro di Yogyakarta.

''Menyulam itu sama dengan merangkai bunga. Bedanya, menyulam menggunakan benang sedangkan merangkai menggunakan bunga segar. Secara teknik, sama,'' imbuhnya. Lewat keterampilan merangkai bunga itu ia memilih gradasi warna, motif, dan rangkaian sesuai dengan imajinasi dan pengalamannya dahulu.

Toko suvenir di Istana Negara
Bisnis sulaman Endang yang diberi nama Rumah Sulam Rachmy kian berkembang pesat. Terlebih setelah tahun 2006 ia memasukkan sejumlah kreasi sulamannya ke sejumlah toko ternama. Sebut saja toko Danarhadi, Martha Tilaar, Allure Batik, Chic Mart, hingga toko suvenir dan cinderamata Istana Negara RI. Khusus pesanan Istana Negara tidak dijual bebas.

Bahkan ia kerapkali dipercaya oleh ibu Hassan Wirajuda dan ibu Jusuf Kalla untuk membuatkan pesanan khusus bagi tamu negara. Terakhir ia mengikuti bazar dan pameran di Jepang bersama Yayasan Sulam Indonesia yang diketuai ibu Jero Wacik.

Ia mengawali kiprah penjualan ke pangsa pasar luas saat ia berkenalan dengan Ibu Wiwoho, penanggung jawab bagian barang di Danarhadi. Setelah lewat pemberitaan di media cetak dan elektronik, ia diminta untuk mengisi koleksi tas di sana.

Sedangkan untuk bisa masuk ke Istana Negara ia mengaku awalnya kenal dengan istri dari wakil duta besar Indonesia di Singapura. ''Setelah itu suaminya, Kemal Munawar, diangkat menjadi kepala rumah tangga Istana Negara. Jadilah saya diminta untuk mengisi toko suvenir dan cinderamata di sana,'' ungkapnya.

Allure juga sempat memintanya untuk mengisi koleksi tas mereka di Kemang. Perkenalannya dengan Djaka dari Allure dalam pameran INA CRAFT 2006 membuahkan kepercayaan untuk bekerjasama. ''Saya rajin ikut pameran INA CRAFT, caranya saya mendaftar lewat kantor UKM Jakarta Barat agar merek saya didaftarkan untuk pameran,'' katanya.

Sementara itu untuk menembus jalur hingga ke Jepang ia mengaku memiliki sepupu yang merupakan bendahara di Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional). Endang akhirnya dikenalkan pada Ibu Jero Wacik yang merupakan salah satu pengurusnya. Dekranas yang bernaung di bawah Departemen Pariwisata dan Kebudayaan mengajaknya untuk ikut pameran ke Jepang awal Februari 2010.

Mengurangi pesanan
Sejak tahun 2006 hingga awal 2009 pesanan tas sulamnya makin membludak. Saat itu memiliki 17 pekerja yang bertugas membordir dan juga menyulam. Ia sempat kewalahan dan tidak memiliki waktu bermain dengan empat orang cucunya.

''Saat itu kegiatan saya bukan hanya memenuhi pesanan. Saya juga dipanggil untuk mengajar TKW di Singapura, guru-guru SMK di Jakarta, sekolah-sekolah, atau lewat departemen dan instansi pemerintah,'' jelasnya. Bahkan ia juga menelurkan dua buah buku tentang sulaman di tengah-tengah kesibukannya itu.

Endang akhirnya berpikir untuk tetap bisa membagi waktu dengan keluarga sambil meneruskan usahanya. Awal tahun 2009 ia memutuskan untuk menghentikan beberapa kerjasamanya. ''Saya membuka butik dan workshop di rumah sambil juga memenuhi panggilan mengajar,'' tegasnya.

Ia mengajar ibu-ibu Darmawanita dan TKW yang dikarantina di Singapura, workshop di Bali bersama Samuel Wattimena dan istri wakil gubernur Bali, Ibu Bintang, mengajar sulaman pada anak-anak dhuafa di Joglo, dan lainnya.

Meskipun saat ini hanya menjalani usaha sulaman, namun orderan tidak pernah putus. Ia memperkerjakan 6 orang pembuat bordir dan tas, juga 3 orang penyulam tangan. Dalam satu bulan ia bisa menghasilkan puluhan tas sulam. Omzet yang diraihnya berkisar Rp 10-30 juta. (fn/um/km) www.suaramedia.com

Readmore »»

Jumat, 16 Juli 2010

Menjadi Pengusaha Sukses

Semua orang tentu ingin menjadi seorang yang sukses di dalam bidang apa saja yang sedang digelutinya. Dari sekian banyak orang yang punya keinginan itu, hanya sedikit yang mampu mewujudkannya. Berikut adalah 10 Tips Menjadi Pengusaha Sukses yang sangat penting untuk di ketahui bagi mereka yang ingin sukses di dalam segala usaha mereka. Selamat membaca.

1. Awali Dengan Impian dan Imajinasi

Sebelum manusia bisa mendarat di bulan, tak pernah ada yang berfikir bahwa hal itu adalah sebuah kenyataan. Ide mendarat di bulan pada awalnya adalah sebuah mimpi indah yang tak akan pernah terwujud. Namun impian dan imajinasi itu akhirnya berubah menjadi kenyataan ketika seseorang telah membuktikannya dengan pendaratan manusia pertama kali ke bulan. Yang perlu diingat adalah segala sesuatu keberhasilan itu bermula dari impian dan keyakinan dengan didorong oleh kerja keras untuk mewujudkannya.

Jika anda mempunyai impian untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses dan punya niat untuk mewujudkannya, maka segeralah bangun dari mimpi anda. Bekerja keraslah untuk segera merubah mimpi anda itu menjadi kenyataan. Hanya seorang pemimpi yang mampu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, jasa ataupun ide yang bisa sukses. Mereka tidak mengenal kata tidak bisa atau tidak mampu.

2. Semangat dan Kegigihan

Antusiasme, semangat dan kegigihan adalah sebuah modal utama di dalam memulai sebuah perjuangan baru untuk mencapai keberhasilan. Bila anda loyo, tidak bersemangat dan dan bermalasan, yakinlah tidak lama lagi anda akan segera mengalami kegagalan total. Carilah motivasi usaha anda itu dengan mempelajari perjuangan pengusaha-pengusaha yang sukses pendahulu anda.

3. Mempunyai Pengetahuan Dasar-dasar Bisnis

Tanpa adanya pengetahuan dasar-dasar bisnis hanya akan membuat usaha anda seperti sebuah kelinci percobaan. Kemungkinan besar hanya akan banyak mengalami kegagalan. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan. Yang terbaik adalah belajar sambil bekerja. Bekerja dengan orang lain dulu sebelum anda menjadi pebisnis sangat membantu anda menyerap ilmu dan pengalaman dan siap sukses.

4. Berani Mengambil Resiko

Setiap sesuatu yang kita usahakan tentu akan ada resikonya. Semakin besar hasil yang ingin dicapai, tentu kemungkinan resiko yang akan dialami apabila mengalami kegagalan juga besar. Orang yang berani mengambil resiko adalah calon orang yang sukses. Jangan takut akan kegagalan, tapi jadikanlah kegagalan itu sebagai batu loncatan menuju kesuksesan.

5. Kerja Keras

Hanya dengan bekerja keraslah sebuah usaha akan mengalami kemajuan dan kesuksesan. Bohong apabila ada yang mengatakan dia meraih keberhasilan yang gemilang hanya dengan duduk beberapa saat di tempat kerja seperti yang sering dikatakan pengiklan di internet. Sebenarnya awal mula mereka merintis usahanya itu adalah dengan kerja keras tanpa mengenal putus asa dan banyak berkorban waktu dan tenaga.

6. Mau Belajar Dari Pengalaman Orang Lain

Pepatah mengatakan: “Pengalaman adalah guru yang terbaik.” Seorang calon pengusaha yang sukses mau mengambil pengalaman dari orang lain dan dari dirinya sendiri. Apapun pengalaman seseorang itu baik kesuksesan atau kegagalan harus dijadikan suatu pelajaran yang berharga sebagai panduan dia dalam memulai usaha atau mengembangkan usahanya.

7. Bersedia Menerima kritikan dan Nasehat Dari Orang Lain

Sebagian orang menganggap bahwa kritikan yang ditujukan kepadanya itu adalah sebagai sebuah penghambat bagi kelangsungan usahanya. Akan tetapi bagi orang yang berfikir normal akan menjadikan kritikan atau bahkan nasehat dari orang lain itu sebagai gurunya yang membimbing dia ke arah sukses. Menerima kritikan berarti menyadari bahwa kita mempunyai kekurangan. Dengan mengetahui kekurangan yang ada pada kita maka kita bisa memperbaiki kekurangan itu. Berterimakasihlah kepada orang yang mau menegur dan mengkritik kita.

8. Menjalin Kerjasama Dengan Orang Lain

Betapapun pandainya seseorang itu, apabila dia bekerja sendiri maka perjuangannya itu hanya akan sia-sia belaka. Tidak ada seorang pebisnis pun yang mampu bekerja sendiri. Kerjasama dengan rekan, teman, mitra kerja dan klien sangat penting bagi perkembangan suatu bisnis. Merekalah yang akan memberi masukan, saran dan kritik dan membantu di saat-saat sulit. Seorang pebisnis harus mampu menjalin kerjasama dan bergaul untuk menjalin relasi bisnis dengan seluas-luasnya.

9. Berani Menghadapi Kegagalan

Jangan dikira para pebisnis yang telah mapan dan maju tidak pernah mengalami kegagalan. Bahkan mereka pun suatu waktu pernah mengalaminya. Hanya saja mereka tidak pernah putus asa dan terus berusaha sampai sukses. Orang yang takut gagal adalah orang yang pengecut yang tidak berani melakukan apapun dan kerjanya hanya menghayal saja.

10. Tidak Suka Menunda

Seperti kata pepapatah: “Time is money!” Oleh karena janganlah suka menunda-nunda suatu pekerjaan. Lakukanlah saat ini, sekarang juga selagi ada kesempatan. Menunda suatu pekerjaan berarti adalah suatu kerugian yang akan membuat anda menyesal.

Readmore »»

Selasa, 13 Juli 2010

Usaha Toko Ikan Hias

Pembaca, memelihara ikan barangkali adalah sebuah kegiatan yang memiliki keasyikan sendiri, dan bilamana Anda salah satu yang menyukai hobi ini, mungkin Anda cocok juga untuk memulai usaha toko ikan hias. Ikan hias di Indonesia sendiri sangat beraneka ragam dan tentunya tiap jenis ikan memiliki pesona masing2 yang menarik pembeli.

Bila Anda sudah tertarik untuk membuka usaha toko ikan hias, maka Anda harus menyiapkan berbagai sarana dan prasarana yang mendukung untuk usaha Anda. Pertama barangkali Anda harus menyiapkan tempat berjualan Anda, dan usahakan lokasi berada di tempat yang strategis bagi pembeli. Hal berikutnya yang perlu disiapkan adalah sarana antara lain akuarium, air, peralatan penunjang seperti blower (penyedia udara), saringan air, pompa submersibel dan rak-rak untuk akuarium Anda. Jumlah dan jenis peralatan tadi bisa disesuaikan dengan modal Anda.

Bagaimana cara merancang peralatan tadi sebetulnya saya tidak akan terlalu jauh membahas di sini, tetapi Anda bisa membayangkan toko Anda seperti apa kelak dengan cara misalnya mengunjungi toko ikan hias di kota Anda. Memang perlu sedikit kreativitas namun itu bukan penghalang untuk memulai usaha kan?

Setelah anda mengatur prasarana tentunya Anda membutuhkan barang untuk dijual kan. Pertama ya ikan kali.. Nah, perlu Anda mencari dimana sumber ikan yang murah untuk dijual lagi (biasanya kita beli di petani ikan tuh). Cari tahu apakah di kota Anda ada sentra peternak ikan hias dan kalau tidak menemukan Anda bisa mencari informasi di internet mengenai keberadaan peternak ikan hias.

Setelah Anda mendapatkan link petani ikan, Anda tentukan jenis ikan yang mau anda jual.. cukup banyak jenis ikannya ya.. kalo kita bicara ikan hias air tawar maka ikan yang ada antara lain ikan mas koki, ikan manfish, ikan neon tetra, ikan sumatra, ikan botia bahkan ikan buntal air tawar (hehehe). Sebetulnya peternak ikan hias bisa dicari informasinya di Dinas Perikanan dan Kelautan di kota Anda ya. maka tentunya Anda harus siap untuk menyiapkan berbagai jenis ikan hias sebagai jualan Anda.

Setelah Anda mendapatkan ikan jangan lupa menaruh ikan tersebut di akuarium terpisah (ya iyalah) sesuai jenis masing2, dan usahakan perawatannya maksimal antara lain pemberian pakan, pencegahan penyakit ikan hias dan penggantian air. Apa lagi yang bisa Anda jual di toko akuarium, ya anda bisa juga menjual peralatan akuarium seperti blower, heater, batu akuarium, wallpaper akuarium, jadi cukup banyak ya yang bisa dijual. Untuk mendapatkan barang-barang tersebut Anda bisa mencari di pusat penjualan perlengkapan akuarium.

Readmore »»

Kamis, 08 Juli 2010

Mencari uang menggunakan media facebook


Mencari uang di internet bisa di lakukan di mana saja, melalui iklan, forum dan media, nah sekarang saya akan mereview mencari uang menggunakan media facebook. Penulis yakin Anda sudah tahu apa itu facebook dan juga sering mendengar kalau di facebook bias mencari uang, selain untuk ajang perkenalan dan chatting. Tapi bagaimana dan dimana bias mencari uang tersebut, dan dimana peluang itu ? Tidak semua orang tahu tentunya.

Mau tahu aplikasi apa saja yang bisa menghasilkan uang di facebook, ini dia dan silahkan coba di telusuri dan pelajari sendiri:

• CafePress - dengan aplikasi ini Anda bisa menjual apapun pada profil Anda

• e3buy Auction - aplikasi ini bisa bekerja dengan e3buy auction, jadi Anda dapat menambah auctions ke profil Anda sebagaimana sebuah toko online.

• eBay - dengan aplikasi ini Anda juga dapat menjual apapun kepada semua orang di facebook.

• FlameTunes - jika Anda seorang musisi, ini aplikasi yang tepat buat Anda. Disini Anda dapat menjual karya musik Anda sendiri.

• Garage Sale - aplikasi ini berasosiasi dengan Buy.com, yang mengizinkan Anda menjual apapun kepada teman-teman Anda di Facebook.

• Lemonade - bekerja hampir sama dengan web utamanya, Lemonade.com. silahkan pilih item yang Anda suka, tambahkn widget ke profil Anda, dan Anda akan menerima komisi dari barang yang berhasil Anda jual.

• Music Blaster - aplikasi ini bekerja dengan BlastMyMusic. promosikan melalui profil Anda aplikai ini dan Akan akan menerima komisi 5% dari penjualan musik.

• My Merch Store - berkaitan dengan produk Zazzle, Anda dapat menjual item mereka melalui profil Anda.

Shopit - aplikasi ini mengizinkan Anda membuat toko online dan bersiaplah menjual item ke teman-teman Anda di Facebook.

Nah, kalau ingin tahu lebih banyak langsung saja coba sendiri. Paling tidak ini cukup bermanfaat bagi Anda untuk mendapatkan pengalaman berbisnis on line. 

Readmore »»

Senin, 05 Juli 2010

Menjual Ide


Dalam kehidupan ini Anda pasti menemui banyak orang dari berbagai karakter dan tingkah laku yang berbeda-beda. Setiap orang mempunyai karakter tersendiri dan kita harus beradaptasi untuk dapat melakukan kerjasama dengan orang-orang tersebut. Orang-orang itu mungkin berpikiran sama dengan kita, mereka juga harus mempelajari karakter kita agar bisa melakukan kerja sama dengan kita. Pada awal pertemuan, kita mungkin masih menutup diri dan belum memperlihatkan siapakah jati diri kita sebenarnya. Tetapi Anda boleh yakin pada pertemuan ketiga dan seterusnya Anda sudah dapat menentukan siapakah calon rekan kerja Anda tersebut.

Pada dasarnya orang “melihat kita” dari kemampuan yang kita miliki, entah itu berupa ketampanan, kecantikan, kepintaran, kecerdasan, keuletan, ketrampilan dan lebih-lebih lagi materi atau uang yang kita miliki. Orang akan mengajak kita melakukan kerjasama bila mereka melihat kita memiliki hal-hal tersebut diatas, kualitas orang itupun akan terlihat dari kemampuan apa yang mereka harapkan dari diri kita.

Tidak semua orang yang mengharapkan kerjasama dapat kita terima sebagai rekan kerja untuk bersama-sama melakukan suatu bisnis misalnya. Setiap orang mempunyai cara-cara tersendiri untuk menilai calon rekan kerjanya. Biasanya hal ini akan terlihat setelah kita terlibat pembicaraan yang lebih dalam dan serius, dari pembicaraan ini seseorang dapat dinilai kemampuannya, caranya berbicara, ide-nya, ungkapannya, atau mimik dan emosinya yang terlontar pada saat pembicaraan tersebut.

Dalam kehidupan sehari-hari sering sekali orang mengatakan bahwa mereka punya ide untuk melakukan ini atau itu yang bila dijalankan akan menghasilkan keuntungan yang besar. Tetapi sangat disayangkan lebih banyak diantara kita yang mengeluarkan ide tersebut hanya sekedar kata-kata saja. Kita lebih sering bermain kata-kata tanpa sekalipun mencoba menuangkan ide tersebut menjadi kenyataan.

Seorang kenalan saya yang sudah cukup tua mengatakan bahwa ia mempunyai ide untuk memasarkan suatu barang melalui internet dan menilai idenya tersebut berharga mahal bila dijual. Anda yang sering mengunjungi situs internet yang menjual barang secara on-line mungkin akan tertawa mendengar klaimnya bahwa ia yang mempunyai ide mengenai penjualan melalui internet tersebut. Saya pikir siapapun boleh mengklaim ia mempunyai suatu ide, masalahnya adalah; dapatkah ia menjalankan idenya tersebut? Bagaimanapun ide adalah salah satu hal penting yang mendasari terjadinya hubungan antara kita dengan orang lain.

Agar ide tersebut kelihatan layak dan realistis, kita harus membuatnya menjadi spesifik dan jelas. Spesifik dan jelas berarti bahwa ide tersebut memang layak dijalankan dan dapat dipertanggungjawabkan. Disini kita tidak membicarakan teknis penuangan ide tersebut, hanya yang ditekankan adalah bahwa ide tersebut memang mungkin diterapkan bila mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan dan kemungkinan hasil yang akan dicapainya. Jadi menurut hemat saya, kalau kita mempunyai ide atau inovasi yang memang unik dan belum ada yang melakukannya, sebaiknya kita membuatnya menjadi lebih spesifik dan jelas atau detail sehingga kita mengetahui segala kelebihan dan kekurangannya.

Setelah ide tersebut dibuat spesifik dan jelas, langkah selanjutnya adalah “menjual” ide tersebut. Bila Anda mempunyai dana atau modal untuk menerapkan ide tersebut mungkin tidak ada masalah karena dengan itu Anda bisa langsung mengimplementasikannya.

Masalah akan timbul apabila Anda kekurangan atau tidak mempunyai dana yang cukup untuk menerapkannya, disinilah Anda akan diuji bagaimana mencari orang yang tepat untuk menjalankan ide tersebut.Salah satu yang berperan dalam menjalankan ide ini adalah, jaringan pertemanan yang telah Anda miliki atau Anda bangun sebelumnya.

Karena melalui jaringan inilah Anda dapat memasarkan atau menjual ide tersebut. Dengan berlalunya waktu dan pengalaman yang dimiliki, Anda akan menemukan orang yang tepat untuk ikut membiayai ide Anda tersebut. Sekali Anda berhasil menjual ide yang Anda miliki, maka ide-ide selanjutnya akan lebih mudah lagi dijual.

Readmore »»

Senin, 28 Juni 2010

Manisnya Untung Racikan Susu Bubuk Kedelai Rempah

 Meski bentuknya kecil, kedelai bisa diolah menjadi berbagai macam produk makanan, salah satunya adalah susu kedelai. Komposisi susu kedelai hampir sama dengan susu sapi, oleh karena itu susu kedelai bisa digunakan sebagai pengganti susu sapi terutama bagi mereka yang alergi laktosa pada susu sapi.

Kelebihan lain susu kedelai dibanding susu sapi adalah tidak mengandung kolesterol sama sekali. Meski demikian, menurut Prof. Dr. Made Astawan, penulis buku Kandungan Gizi dan Aneka Bahan Makanan, kandungan kolesterol susu sapi masih tergolong sangat rendah bila dibandingkan dengan bahan pangan hewani lainnya. Karena itu tak perlu khawatir minum susu sapi.

Mutu protein susu kedelai juga hampir sama dengan mutu protein susu sapi. Protein eficiency ratio (PER) susu kedelai adalah 2,3 sedangkan PER susu sapi adalah 2,5. PER 2,3 artinya setiap gram protein yang dimakan akan menghasilkan pertambahan berat badan sebesar 2,3 gram. Dengan demikian, makin tinggi nilai PER mencerminkan makin baik mutu protein tersebut.

Secara umum susu kedelai mengandung vitamin B1, B2 dan niasin dalam jumlah yang setara dengan susu sapi atau ASI, serta mengandung vitamin E dan K dalam jumlah yang cukup banyak.

Meski begitu, susu kedelai tidak mengandung vitamin B12 dan kandungan mineralnya, terutama kalsium, lebih sedikit daripada susu sapi. Oleh karena itu, biasanya susu kedelai yang diproduksi pabrik selalu ditambah dengan mineral dan vitamin.

Setahun terakhir, industri rumah tangga di Sleman yang membuat susu kedelai bubuk bermunculan. Permintaan pasar terus meningkat meskipun banyak susu kedelai bubuk buatan pabrik.

Suroto, pemilik CV Prodisco, produsen susu kedelai merek "Soya Fit Day" misalnya, membuka usaha setahun lalu. Dalam seminggu ia membuat 50 kilogram bubuk susu kedelai yang dikemas dalam kardus karton.

Tak hanya di DIY, pemasarannya merambah ke beberapa supermarket di Jakarta. Bahkan, 70 persen produknya dijual ke luar DIY. "Walau ada susu kedelai pabrikan, buatan industri rumah tangga tetap bersaing," katanya, Rabu (5/5).

Industri rumah tangga menangkap peluang konsumsi susu bubuk kemasan buatan pabrik atau yang dijual lewat sistem multilevel marketing (MLM). Seperti Suroto, berbekal pengalaman bekerja di bagian riset perusahaan susu, ia memberanikan diri berwirausaha. Sementara, Hanum Rachmawati, warga Minomartani, yang membuat susu kedelai bubuk "Java Bean" menekuninya enam bulan lalu.

Dalam seminggu Hanum membuat 20 kg susu kedelai bubuk yang dikemas kardus ukuran 200 gram. Sementara ini, wilayah pemasarannya sebatas DIY. "Produksi kami selalu habis. Minuman susu kedelai memang makin dicari. Rasanya enak dan kandungan nutrisinya ada," paparnya.

Ratno (44), salah satu karyawan swasta yang tinggal di Condongcatur, Sleman, mengatakan, sudah dua tahun menempatkan susu kedelai sebagai minuman penting dalam daftar menu hariannya. Sebelumnya, ia menggemari susu sapi bubuk.
"Sepertinya lebih cocok susu kedelai bubuk. Rasa lebih enak. Istri saya awalnya tak mau susu sapi karena amis, sekarang suka susu kedelai," kata Ratno

Bila bosan dengan rasa susu kedelai yang tawar, Anda mungkin bisa menjajal susu racikan Purwo Suryanto. Pengusaha yang bermukim di Tangerang ini mencampurkan ekstrak rempah dan jinten hitam ke dalam bubuk kedelai. Hasilnya, selain citarasanya berbeda, susu buatannya punya khasiat lebih.

Dalam beberapa tahun terakhir, peminat susu kedelai terus meningkat. Banyak yang beranggapan, susu berbahan nabati ini lebih sehat ketimbang susu hewani. Tak heran, produsen susu bubuk kedelai pun bermunculan.

Salah satu yang melakoninya adalah Purwo Suryanto yang mempunyai usaha di Tangerang. Tapi, susu kedelai bubuk buatannya berbeda dari produk lain. Dia menambahkan ekstrak rempah dan jinten hitam (habbatusauda). Ia menyebutnya, susu kedelai plus atau susu jamu. Susu ini cocok bagi mereka yang enggan minum jamu, tapi ingin mendapatkan khasiatnya.

Susu kedelai plus ini berasa manis. Dengan aroma jamu cukup kental, rasa langu kedelai tidak terasa lagi. Sebagai pemanis, Purwo memakai gula merah. Makanya, warna susu menjadi kecoklatan.

Purwo mengklaim, selain rasa lebih enak, khasiat susu ini lebih bagus karena menyajikan manfaat kedelai sekaligus rempah dan jinten. Khasiatnya antara lain melindungi dari risiko penyakit jantung, stroke, kanker payudara, prostat, menurunkan kolesterol, menguatkan sistem kekebalan tubuh, dan memperbaiki saluran pencernaan.

Purwo memproduksi dua macam susu kedelai plus dengan merek berbeda. Pertama, susu kedelai plus ekstrak rempah dan jinten bermerek Karomah Habbatusauda. Susu ini mengandung aneka rempah, seperti jahe, cengkeh, kayu manis, secang, kencur, dan pegagan. Plus, ekstrak jinten hitam yang berkhasiat untuk imunitas tubuh. "Persentase ekstrak jinten dan rempah mencapai 10% sehingga rasa dan aroma jamunya cukup kental," ujar Purwo.

Yang kedua bermerek Benwasis. Susu yang menyasar anak-anak ini mempunyai kandungan rempah yang sama dengan Karomah Habbatusauda, hanya saja minus jinten hitam dan plus rasa coklat.

Awalnya, Purwo menekuni bisnis susu kedelai rempah ini karena ingin menyediakan susu sehat bagi pasiennya yang baru sembuh atau orang yang baru menjalani operasi. Maklum, Purwo menjalankan usaha pengobatan berbahan herbal Roemah Sehat Alami. Kini, bisnis susu kedelainya telah berjalan 1,5 tahun. "Karena saya tukang jamu, saya terpikir memberi nilai lebih pada susu kedelai ini," papar pria berusia 55 tahun ini.

Ia menghabiskan waktu sekitar tiga bulan untuk eksperimen hingga menemukan racikan seperti sekarang. Untuk membuat susu jamu ini, setiap bulan dia menghabiskan sekitar enam kwintal kedelai mentah. Bahan baku ia peroleh dari Jakarta seharga Rp 7.000 per kilogram. Proses awal produksi terdiri dari dua langkah, yakni mengekstrasi kedelai dan rempah. Kemudian, menggunakan mesin mixer, kedua bahan ekstrak ini melalui proses pencampuran dan pematangan. Susu bubuk kedelai yang sudah jadi ditakar 200 gram dan dikemas dalam wadah aluminium. Terakhir, susu jamu dikemas dalam kotak kardus.

Dibantu 14 pekerjanya, Purwo bisa menghasilkan 3.000 kotak susu jamu per bulan, terdiri dari 2.500 kotak susu Karomah dan 500 kotak susu Benwasis. Dengan harga jual Rp 25.000 per kotak, Purwo bisa meraup omzet Rp 75 juta sebulan. Adapun, keuntungan bersihnya sekitar 40%. Sejauh ini, bapak tiga anak ini menjual produknya di sembilan tempat prakteknya, yang tersebar di Tangerang, Jakarta, Subang, Bogor, Bekasi, Cilegon, dan Serang. Di samping para pasien dan pelanggan obat herbalnya, masyarakat umum pun mulai meminati susu jamu yang dipasarkan secara online ini. Pembeli dari Lampung, Papua, Bali, dan Depok biasa membeli lewat agen yang berada di daerah tersebut.

Purwo optimistis susu jamu bikinannya akan semakin menarik minat masyarakat. Sebab, orang kini mencari minuman dan obat berbahan herbal. "Mereka yang sebelumnya tidak suka minum jamu bisa belajar minum jamu lewat susu ini," ujarnya. (fn/kn/k2m) www.suaramedia.com

Readmore »»

Selasa, 22 Juni 2010

Bisnis untuk Ibu Rumah Tangga

 Terkadang keinginan untuk buka usaha sangat menggebu gebu, tapi begitu keinginan hendak di wujudkan, tak jarang bingung mau melakukan usaha (bisnis) apa. Kalau anda termasuk yang bingung mencari ide bisnis, tak ada salahnya mempertimbangkan beberapa ide berikut ini yang bias dimulai dari rumah. Apalagi bagi ibu rumah tangga, tentu akan terasa sangat menyenangkan. Paling tidak, waktu untuk keluarga tidak banyak tersita dibanding harus bekerja di luar rumah. Berikut beberapa ide terebut:

1. Bisnis Pembuatan Lilin Hias.

Kalau kita melihat di beberapa toko di pusat perbelanjaan atau mall, banyak sekali aneka cenderamata dari lilin. Nah sebenarnya ide bisnis ini termasuk ide bisnis yang harus mengandalkan kreatifitas untuk membuat produk. Pikirkan untuk membuat lilin seunik mungkin dan sesuaikan tema produk dengan beberapa event seperti; Ulang tahun, Valentine, Natal dan lain-lain. Ada website dalam bahasa Inggris yang bagus untuk belajar mengenai pembuatan lilin ini, coba lihat di http://www.candles.org. Unruk pembuatannya sepertinya harus punya ruang tersendiri karena kalau membuat lilin hias di dapur, bisa jadi berantakan dan tentunya bercampur dengan aktivitas anggota keluarga lainnya.

2. Kolektor dan Pedagang Barang Antik

Usaha ini penulis pikir cukup prospektif bila anda memang menyenangi barang-barang antik seperti batik, uang tempo dulu, guci-guci. Sepertinya latar belakang pengetahuan sejarah juga perlu karena untuk memburu barang antik tidaklah mudah apalagi menilai keasliannya. Paling-paling di awal usaha, anda akan kerepotan untuk mencari barang-barang sebagai inventaris, namun setelah barang anda banyak, maka anda mungkin harus meningkatkan upaya untuk meraih lebih banyak konsumen.

3. Bisnis Bunga Potong

Bunga potong adalah sesuatu yang indah dan bisa dijadikan hadiah maupun bisa dijadikan hiasan di setiap rumah. Nah, kalau memang anda hobi berkebun dan menyenangi tanaman, bagaimana kalau membuka bisnis bunga potong? Jadikan rumah anda sebagai pusat penjualan bunga-bunga.

4. Menjadi Penulis

Anda yang lebih senang membaca atau menghadapi laptop dan menulis blog atau apapun, mengapa tidak menjadi penulis sekalian? Penulis ini istilah secara umumnya, namun secara khusus, cabang usaha dari menulis sangat banyak, bisa saja menjadi content writer, penerjemah atau menjadi penulis blog (setelah punya blog, uang bisa didapat melalui berbagai macam program salah satunya paid per click.)

5. Usaha handicraft

Usaha handicraft bisa menjadi usaha yang sangat menarik. Anda bisa pikirkan bahwa handicraft ini bisa dijual sebagai souvenir pernikahan, untuk industri pariwisata dan lain-lain. Sebetulnya memulai produksi handicraft harus mempunyai kreatifitas tinggi. Nah, kalau Anda termasuk orang yang kreatif, kenapa tidak mencobanya?

Readmore »»